Rabu, 24 April 2013

Resensi Novel Perahu Kertas


Perahu Kertas
Judul Buku: Perahu Kertas
Penulis: Dee (Dewi Lestari)
Penerbit: Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
Tahun Terbit: 2012, Juli; cetakan ke-15
Jumlah Halaman: 444 halaman
Harga: Rp69.000,-

Resensi Novel Perahu Kertas karya Dee (Dewi Lestari) yang seorang penulis sekaligus penyanyi, karya nya yang merupakan novel best seller ini, mengangkat tema persahabatan empat sekawan yang mudah di baca dan menyentuh hati untuk pembaca dari berbagai lapisan usia.
Menceritakan kisah perjalanan yang berani diambil Kugy serta Keenan untuk mempertahankan impian mereka. Novel ini dikemas dengan bahasa yang lugas, serta pendeskripsian keadaan yang juga begitu lugas tetapi syarat akan nilai-nilai serta makna kehidupan, bukan melulu tentang remaja, melainkan tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal. Novel ini akan segera diangkat ke layar lebar. Sentuhan tangan sutradara kenamaan Hanung Bramantyo akan menambah apik liputan novel yang sudah apik ini. Menurut Dewi Lestari, dengan diadaptasi menjadi sebuah film, pesan-pesan yang terkandung di bukunya diharapkan dapat lebih menyebar ke khalayak lebih luas.
Tak satu pun di antara kita bisa mengatur apa yang akan terjadi nanti, hari ini, atau besok. Termasuk pertemuan kecil antara Kugy dan Keenan. Dua manusia beda karakter itu tak menyadari, banyak hal-hal ajaib menanti setelah pertemuan tersebut.

Diceritakan, Kugy adalah gadis mungil yang hobi berkhayal, cewek unik cenderung eksentrik, Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
Dia sangat suka menuliskan dongeng ciptaannya yang bagi orang lain merupakan hobi tak lazim. Belum lagi kegemarannya menulis surat kepada Dewa Neptunus. Surat tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di sungai atau laut. Kugy menganggap dirinya seorang agen Neptunus.

Sedangkan Keenan adalah seorang remaja pria yang baru lulus
SMA yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.Keenan digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Kesukaannya di bidang melukis tidak mendapat restu dari ayahnya. Dia justru diarahkan ke bidang bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Berdua, Kugy dan Keenan menjalin persahabatan. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Acara nonton bareng atau makan sepulang kuliah jadi rutinitas wajib bersama dua sahabat mereka, Noni dan Eko. Perasaan berbeda mulai muncul di antara Keenan dan Kugy. Namun, mereka berdua memilih menyimpan perasaan tersebut. Apalagi, saat itu Kugy sudah punya pacar.

Konflik mulai muncul di sini. Karena kesalahpahaman, persahabatan Noni dengan Kugy nyaris dikorbankan. Selain itu, ada saja hal-hal yang menghalangi perasaan Keenan dan Kugy. Keduanya harus terpisah beberapa waktu.

Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Ikuti Jejak si Agen Neptunus Meraih Kebahagiaan
Yakin dengan Kata Hati
Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.
Bait tersebut adalah potongan puisi Kugy untuk Keenan di salah satu bagian Perahu Kertas. Rasanya, memang tidak ada yang salah dengan usaha menggapai mimpi. Para bookaholic sepakat bahwa hidup berasal dari mimpi.

Novel ini diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.

flos, troides, and nimbus

Terserah orang mau berkata apa, itu adalah hak mereka
yang jelas saya disini apa adanya
saya yakin, kalau saya bisa menahan emosi saya
saya yakin, saya bisa mengendalikan tingkah laku saya
saya pikir, saya cukup dewasa untuk mengetahui mana yang baik dan yang buruk
terima kasih teman atas perhatiannya
....
tapi jangan membuat bunga ini layu
izinkanlah kupu - kupu menghinggapi bunga ini
bunga ini lagi mekar - mekarnya
siramlah dengan hujan kalian agar bunga ini tetap mekar
jangan biarkan menjadi layu
tapi kalau seperti itu kelihatannya bunga ini seperti "pacat"
tidak, bunga tidak seperti itu
jangan berpikir negatif
mungkin hujan tidak tau, tapi secara tidak langsung bunga disini memikirkan hujan
disini bunga tau, kalau kupu-kupu tidak suka hujan
karena nanti akan membuat sayapnya basah
tapi nyatanya hujan tidak tau itu

Rabu, 03 April 2013

I know and I believe that

Kini aku tau, mengapa ayah berkata aku berbeda. Karena Tuhan mencintaiku
Kita berada di tempat sekarang, bukan karena kebetulan
Tuhan memberi kita dalam kehidupan, karena kita memang layak untuk itu
Aku percaya, aku tercipta bukan tanpa tujuan dalam dunia ini
kita tidak perlu merasa sedih dengan keadaan kita, bagaimanapun bentuknya
karena Tuhan memberikan kita nafas kehidupan dengan tujuan hidup masing-masing
ya aku percaya itu
aku pernah mendengar, kalau setiap masalah selalu ada penyelesaiannya
dan setiap penyelesaian pasti tidak di dapatkan dengan mudah
karena itu semua butuh proses
so.. just enjoy this life ^^