LAPORAN PRAKTIKUM KLIMATOLOGI
RADIASI SURYA

Nama :
Widya Widayanti
NPM :
E1B012083
Hari / Waktu : Selasa / 16:00 WIB
Asisten : 1. Agustina Maryani
2. Pebrin Oditiyaningsih
PROGRAM STUDI BUDIDAYA HUTAN
JURUSAN KEHUTANAN
UNIVERSITAS
BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Radiasi
matahari merupakan unsur yang sangat penting dalam bidang pertanian. Pertama,
cahaya merupakan sumber energi bagi tanaman hijau yang memalui proses
fotosintesa diubah menjadi tenaga kimia. Kedua, radiasi memegang peranan
penting sebagai sumber energi dalam proses evaporasi yang menentukan kebutuhan
air tanaman (Wisnubroto, 2005).
Pengukuran radiasi surya yang sampai
dipermukaan bumi di pengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain oleh kedudukan
surya terhadap bumi, kebersihan langit termasuk keawanan dan lokasi titik
pengukuran itu sendiri. Radiasi surya yang diukur adalah jumlah energi radiasi
yang sampai di permukaan bumi dalam bentuk intensitas dan lama peyinaran dalam
sehari, sebulan atau setahun atau untuk periode waktu tertentu yang diinginkan.
Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi radiasi matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah. Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor. 1.Jarak matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi matahari.
Radiasi matahari sejak dulu sampai sekarang tak habis-habis dibicarakan dan ditulis. Dahulu yang sangat populer dibahas mengenai iklim dan pengunaan untuk pemanasan/mengeringkan, penguapan dan pencahayaan alami dalam bangunan di siang hari.
Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi radiasi matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah. Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor. 1.Jarak matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi matahari.
Radiasi matahari sejak dulu sampai sekarang tak habis-habis dibicarakan dan ditulis. Dahulu yang sangat populer dibahas mengenai iklim dan pengunaan untuk pemanasan/mengeringkan, penguapan dan pencahayaan alami dalam bangunan di siang hari.
1.2 Tujuan
1. Menentukan intensitas radiasi dan lama penyinaran surya pada suatu hari
1. Menentukan intensitas radiasi dan lama penyinaran surya pada suatu hari
2.
menghitung data intensitas dan lama pnyinaran surya untuk periode
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Radiasi adalah suatu istilah yang berlaku untuk banyak proses yang melibatkan pindahan tenaga oleh gejala gelombang elektromagnetik. Gaya radiatif pemindahan kalor dalam dua pengakuan penting dari yang memimpin dan konvektif gaya (1) tidak ada medium diperlukan dan (2) pindahan tenaga adalah sebanding kepada kuasa ke lima atau keempat dari temperatur menyangkut badan melibatkan(Pitts and Sissom, 2001).
Penerimaan radiasi surya dipermukaan Bumi sangat berfariasi menurut tempat dan waktu. Menurut tempat khususnya disebabkan oleh perbedaan letak lintang serta keadaan atmosfir terutama awan. Pada skala mikro arah lereng sangat menentukan jumlah radiasi yang diterima. Menurut waktu perbedaan radiasi terjadi dalam sehari (dari pagi sampai sore hari) maupun secara musiman (dari hari ke hari), karena sebaran energi radiasi menurut panjang gelombang sekitar λm, maka secara umum dapat dikatakan bahwa panjang gelombang semakin pendek bila suhu permukaan yang memancarkan radiasi tersebut lebih tinggi. (Handoko, 1993)
Radiasi matahari merupakan proses penyinaran matahari sampai kepermukaan bumi dengan intensitas yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan sekitarnya. Radiasi matahari yang diterima dipermukaan bumi lebih rendah dari konstanta mataharinya. Radiasi matahari yang terjadi diatmosfer mengalami berbagai penyimpangan, sehingga kekuatannya menuju bumi lebih kecil. Bagian dari radiasi matahari yang dihisap (absorbsi) akan berubah sama sekali sifatnya. Perubahan dari sudut jatuhnya sinar dapat menyebabkan perubahan dari panjangnya jalan yang dilalui oleh sinar tersebut (Nasir, A, 1990).
Penerimaan radiasi surya di permukaan bumi sangat bervariasi menurut tempat dan waktu. Menurut tempat khususnya disebabkan oleh perbedaan letak lintang serta keadaan atmosfer terutama awan ( Handoko, 1994 ).
Lama penyinaran akan berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup misalnya pada manusia dan hewan. Juga akan berpengaruh pada metabolisme yang berlangsung pada tubuh makhluk hidup, misalnya pada tumbuhan. Penyinaran yang lebih lama akan memberi kesempatan yang lebih besar bagi tumbuha tersebut untuk memanfaatkanya melalui proses fotosintesis ( Benyamin Lakitan, 1994 ) .
Pergeseran garis edar matahari menyebabkan perubahan panjang hari ( lama penyinaran ) yang diterima pada lokasi-lokasi di permukaan bumi. Perubahan panjang hari tidak begitu besar pada daerah tropis yang dekat dengan garis ekuator. Semakin jauh letak tempat dari garis ekuator maka fluktuasi lama penyinaran akan semakin besar ( Benyamin Lakitan, 1994).
Radiasi matahari yang diterima permukaan bumi persatun luas dan satuan waktu disebut isolasi atau kadang-kadang disebut radiasi global, yaitu radiasi langsung dari matahari dan radiasi yang tidak langsung ( dari langit ) yang disebabkan oleh hamburan dari partikel atmosfer. ( Bayong Tjasyono, 2004 ).
Lama penyinaran akan berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup, misalnya pada manusia dan hewan. Juga akan berpengaruh terhadap metabolisme yang berlangsung didalam tubuh makhluk hidup, misalnya pada tumbuhan. Penyinaran yang lebih lama akan memberi kesempatan yang lebih besar pada tumbuhan tersebut untuk memanfaatkannya proses fotosintesis (Horn, 1999).
BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan di
Laboratorium Agroklimatologi. Pada tanggal 26 November 2013 pukul 16.00 WIB.
3.2 Alat dan Bahan
·
Campbell stokes
·
Kertas pias
·
Stopwatch
·
Alat tulis
3.3 Prosedur kerja
1. Letakkan Campbell Stokes di tempat
yang telah ditentukan C0.ass
2. Alat harus benar-benar terletak
horizontal
3. Pasang kertas pias kearah utara dengan 30
LS yang sesuai untuk campbell stokes
4. Catat berapa lama kertas
pias terbakar
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Hasil pengamatan yang dilakukan pada sore hari (cahaya matahari tidak ada) dengan keadaan
atsmosfer yang ditutupi awan sedikit dan dilakukan dalam waktu 1 jam. Posisi derajat
pengukuran adalah didaerah Bengkulu, 3o LS sehingga kertas pias yang
digunakan adalah kertas pias lengkung pendek. Didapatkan hasil sebagai berikut
:

1 jam = 20 langley ( lama penyinaran dengan kertas pias)
Maka dalam waktu 12 jam di
dapat: 12 jam x 20 menit (kertas pias) = 240 menit
4.2
Pembahasan
Lama
penyinaran suatu radiasi surya akan membakar kertas yang menunjukan lamanya
penyinaran surya setiap garisnya satu jam, yang akan menunjukan arah jam dimana
radiasi surya yang diukur merupakan jumlah energi radiasi yang sampai ke
permukaan bumi dalam lamanya peyinaran perhari. Sehingga Lamanya peyinaran yang
dilakukan merupakan suatu radiasi surya yang diukur berdasarkan jumlah energi
radiasi yang disampaikan kepermukaan bumi.
Intensitas radiasi sangat berpengaruh sekali bagi segala jenis tumbuhan, karena intensitas cahaya membantu pertumbuhan pada setiap tanaman untuk berfotosintesis, memasak zat-zat kimia yang ada pada daun untuk dijadikan menjadi cadangan makanan dan membantu pertumbuhan sel-sel tanaman pada permukaan kulit batang dan daun. Intensitas radiasi merupakan gelombang elektromatik atau gelombang pendek. Perlunya pengamatan radiasi surnya ini dipelajari adalah untuk dapat mengetahui seberapa besar intensitas cahaya matahari jatuh kepermukaan bumi menyinari setiap tumbuhan dan terkhususnya adalah tanaman yang dibudidayakan, karena tidak semua jenis tanaman budidaya tahan terhadap radiasi surya.
Selain intensitas radiasi surya, lamanya penyinaran surya juga mempengaruhi bagi tumbuhan, lama penyinaran adalah seberapa lama radiasi surya menyinari permukaan bumi dalam kurung waktu tertentu. Lama penyinaran disetiap garis lintang tidak lah sama dan pada umumnya di aquator perbedaan panjang hari relatife. Semakin lama intensitas cahaya menyinari permukaan bumi maka akan berdampak terhadap tumbuhan baik berdampak positip yaitu semakin banyak udara O2 di keluarkan oleh tumbuhan disebabkan fotosintesis berkepanjangan dan akan berdampak negatip bagi tumbuhan yaitu kekeringan bagi daun karena lamanya penyinaran memaksa tanaman untuk berpotosintesis hingga kandungan air semakin lama semakin habis sehingga mengkibatkan kekeringan terhadap daun.
Radiasi matahari merupakan proses penyinaran matahari sampai kepermukaan bumi dengan intensitas yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan sekitarnya. Radiasi matahari yang diterima dipermukaan bumi lebih rendah dari konstanta mataharinya.
Intensitas radiasi sangat berpengaruh sekali bagi segala jenis tumbuhan, karena intensitas cahaya membantu pertumbuhan pada setiap tanaman untuk berfotosintesis, memasak zat-zat kimia yang ada pada daun untuk dijadikan menjadi cadangan makanan dan membantu pertumbuhan sel-sel tanaman pada permukaan kulit batang dan daun. Intensitas radiasi merupakan gelombang elektromatik atau gelombang pendek. Perlunya pengamatan radiasi surnya ini dipelajari adalah untuk dapat mengetahui seberapa besar intensitas cahaya matahari jatuh kepermukaan bumi menyinari setiap tumbuhan dan terkhususnya adalah tanaman yang dibudidayakan, karena tidak semua jenis tanaman budidaya tahan terhadap radiasi surya.
Selain intensitas radiasi surya, lamanya penyinaran surya juga mempengaruhi bagi tumbuhan, lama penyinaran adalah seberapa lama radiasi surya menyinari permukaan bumi dalam kurung waktu tertentu. Lama penyinaran disetiap garis lintang tidak lah sama dan pada umumnya di aquator perbedaan panjang hari relatife. Semakin lama intensitas cahaya menyinari permukaan bumi maka akan berdampak terhadap tumbuhan baik berdampak positip yaitu semakin banyak udara O2 di keluarkan oleh tumbuhan disebabkan fotosintesis berkepanjangan dan akan berdampak negatip bagi tumbuhan yaitu kekeringan bagi daun karena lamanya penyinaran memaksa tanaman untuk berpotosintesis hingga kandungan air semakin lama semakin habis sehingga mengkibatkan kekeringan terhadap daun.
Radiasi matahari merupakan proses penyinaran matahari sampai kepermukaan bumi dengan intensitas yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan sekitarnya. Radiasi matahari yang diterima dipermukaan bumi lebih rendah dari konstanta mataharinya.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan dalam praktikum agroklimatologi tentang
intensitas radiasi surya ini, maka didapatkan kesimpulan yaitu:
1.
Lama penyinaran adalah seberapa lama
intensitas radiasi matahari menynari permukaan bumi dalam kurun waktu tertentu
dan merupkan hal terpenting bagi penyinaran pada setiap tumbuhan.
2.
Radiasi matahari yang dipancarkan ke bumi
tergantung oleh jarak matahari dan juga intensitas matahari (besar kecilnya
cahaya matahari dipancarkan).
3.
Radiasi surya yang diukur
berdasarkan jumlah energi radiasi yang dipancarkan dalam sehari sebarapa besar
intensitas dan lamanya peyinaran energi tersebut. Radiasi yang dikeluarkan
dipengaruhi oleh Jarak dari matahari, Intensitas radiasi matahri, Lama
penyinaran matahari/panjang hari/duration, dan Atmosfer.
4.
Radiasi surya memegang peranan
penting dari berbagai sumber energy lain yang dimanfaatkan manusia.
5.
Alat yang dapat digunakan untuk
mengukur lama penyinaran matahari Campbell Stokes.
5.2 Saran
Pada kegiatan praktikum ini, sebaiknya alat dan bahan yang akan
digunakan di persiapkan terlebih dahulu, agar praktikan dapat berjalan dengan
baik. Dan untuk para praktikan agar mempersiapkan diri materi-materi yang akan
dipraktekkan, agar dalam kegiatan praktikum tidak terhambat.
.
DAFTAR PUSTAKA
Penuntun praktikum agroklimat. 2013. Laboratorium agroklimat Universitas Bengkulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar